Tujuh Diri
Pada saat yang paling sunyi di malam hari, ketika aku berbaring setengah tertidur, ketujuh diriku duduk bersama dan berbincang-bincang dengan berbisik. Diri pertama : Di sini, dalam diri manusia gila ini, aku telah menetap sekian lama, tanpa ada apapun yang bisa aku kerjakan selain memperbaharui rasa sakitnya dan menciptakan kembali penderitaannya setiap malam. Aku sudah tidak bisa menanggung nasibku lebih lama lagi, dan sekarang aku memberontak. Diri kedua : Yang kau punyai jauh lebih baik dari pada yang kumiliki, saudara, karena yang diberikan padaku untuk berada dalam diri manusia gila ini adalah kesenangan diri. Aku membuatnya, dan dengan kaki bersayap tiga aku menarikkan pikiran-pikiran cemerlangnya. Inilah aku yang memberontak melawan eksistensiku yang kelelahan. Diri ketiga : Dan apalah aku ini, diri yang ditunggangi cinta, jenis yang menyala-nyala akan gairah liar dan keinginan fantasi? Inilah diri dengan cinta-buta yang akan memberontak melawan orang gila ini. Diri keempa...