KESETIAAN HATI DALAM RELUNG




Melengkapi sebagian dari penggalan-penggalan kalimat yang kurang rampung didalam episode hidupnya. Terkadang keinginannya untuk hidup lebih layak membuatnya menjadi orang yang kurang bersyukur akan karunia yang telah diberikan Tuhan padanya. Helaan nafas yang dalam dan tertahan mewujudkan apa yang difikirkannya, nurani bertanya-tanya apa yang seharusnya dia perbuat untuk menyenangkan sanubarinya. Terkadang dia berfikir dalam diam, apa sesungguhnya kekurangan akan dirinya, apa sesungguhnya yang  ia cari, sedangkan allah telah mengabulkan beberapa keinginannya.

 "apakah begitu serakahnya hati ini", fikirnya.

"ooh tuhan, miris mengisahkan seolah aku sedang terdampar oleh kesedihan yang mendalam yang padahal sesungguhnya masih banyak dari orang-orang diluar sana tidak seberuntung diriku ini" bathinnya berkata-kata.

"Aku ingin mendapatkan pekerjaan itu, aku ingin merampungkan rumahku yang masih setengah jadi itu, aku ingin membahagiakan keluargaku, terutama ibu ku, aku ingin membahagiakan anak-anak juga suamiku.  Kebahagianku adalah jika semua keinginanku itu semuanya terwujud. Aku ingin semua itu sekejab, tapi mungkin allah memberikan perjalanan yang panjang untuk itu semua melalui proses yang terkadang aku merasakan hal tersebut tak sabar untuk kunanti,,,"fikirannya melayang-layang memikirkan hal tersebut.

"Sabar, sabar" kata teman yang selalu memberi nasehat akan dirinya yang sedang gamang dan galau itu. 

"Orang sabar pasti beruntung". Pesan temannya yang selalu setia bersamanya yang selalu ada ketika dia dalam keadaan terpuruk itu, teman yang selalu mengucapkan kata-kata yang meredakan hatinya.

"Ku pasrahkan semua ini pada yang  maha kuasa dan tak lagi berharap kepada hal yang mungkin memang tak mungkin aku dapatkan, aku yakin ada hal yang terindah yang telah dipersiapkan allah kepadaku kelak" katanya dengan nada yang sedikit lemah dan seakan tak berdaya. Ucapannya itu seraya mengejutkan temannnya yang sesungguhnya sedih akan keadaannya yang saat ini begitu galau.

"Yah, berjuanglah kawan, teruslah melangkah dan tidak ada kata menyerah untuk mencapai sebuah keinginan, apalagi keinginan itu memiliki niat yang sangat baik dan mulia, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar dan terus berjuang dengan niat tulus ikhas seperti kamu, aku yakin itu" kata temannya lagi sambil menepuk-nepuk punggungnya sembari memberi semangat padanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema

Penyesalan Selalu Datang Terlambat