Puisi

Sayap



Terpaku sejenak

Menoreh isak yang semestinya bertepi

Terhujam belatih tak bertulang

Menghadirkan sesak direlung-relungku

Teriakan batinku seolah mengorasikan kesombonganmu

Aku takkan membalas itu

Karena aku yakin tuhanku lebih tahu bagaimana cara membalasmu


Saat sayapku dipatahkan

Aku berusaha untuk tetap berdiri tegak

Mencari solusi yang tepat

Agar sayap yang pernah patah ini tetap utuh membawaku terbang

Meski terbangku terseok-seok

Namun aku tetap berusaha

Meski kini kau mulai lagi

Mencari cela untuk mematahkannya

Tapi aku tak gentar

Tidakkah kau puas dengan semua yang pernah kau lakukan

Dimanakah hati nuranimu itu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema

KISAH RASULULLAH ‎ ‎ﷺ ‏ (Bagian ‎4)