Akhlak Manusia

Akhlak Manusia

Dalam Surat Al-Nisa` Ayat 36 Allah SWT berfirman, " Sembahlah Allah SWT, dan janganlah kamu mempersektukan-NYA dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dengan tetangga yang jauh, dan teman-teman sejawat, Ibnu Sabil, dan hamba sahayamu. SEsungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."

Ayat di atas secara rinci menjelaskan tentang dua akhlak yang harus dimiliki manusia. 

Pertama; Akhlak kepada Allah SWT yaitu untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dengan melaksakanan semua perintahnya dan menjauhi apa yang segala apa yang dilarang-NYA. Serta memurnikan keimannya dengan jalan tidak menyekutukan-NYA dengan apapun.

Kedua: Akhlak kepada manusia, yaitu untuk selalu berbuat baik (ihsan). Berbuat baik sebagaimana dijelaskan pada ayat di atas, tidak memiliki batasan. Artinya, nilai-nilai ihsan merupakan nilai-nilai yang univesal yang tidak terfragmantasi oleh batasan apapun, bahkan agama atau musuh sekalipun. "Allah SWT, tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimukarena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu, sesungguhnya Allah SWT sungguh menyukai orang-orang yang berlaku adil" (QS Al-Mumtahanah [60]:8)

Rasulullah SAW. pun telah mencontohkan perbuatan baik yang patut untuk di teladani oleh setiap manusia. Dalam sebuah hadis beliau menjelaskan "Janganlah kamu seling memmbenci dan janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling menjatuhkan, dan hendaklah kamu menjadi hamba Allah SWT yang bersaudara dan tidak boleh seorang Muslim mendiamkan sadaranya lebih dari tiga hari.." (HR Anas)

Berbuat baik kepada sesama pada hakikatnya merupakan wujud dari rasa kasih sayang dan buah dari keimanan yang benar. Tanpa ada kedua hal tersebut, kebaikan yang tercipta menjadi kebaikan semu, Firman Allah SWT, "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah SWT telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguhdan cabang-cabangnya kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seijin tuhannya. Allah SWT, membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap sedikitpun." (QS Ibrahim [14]:24-26).

Karenanya mari kita pupuk keimanan dengan benar agar dapat menciptakan dan menhasilkan buah kebaikan yang dapat dirasakan oleh siapa pun. Ingatlah bukankah sesungguhnya manusian yang baik adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema

Penyesalan Selalu Datang Terlambat